Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Al-Husen bin Ali – Syahid Karbala dan Tragedi Kezaliman Umat Sendiri

Gambar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,   "Setiap zaman punya Karbala-nya, dan setiap umat punya Husen-nya." Husen bin Ali bukan sekadar tokoh sejarah. Ia adalah cucu kesayangan Nabi Muhammad ﷺ. Dari garis nasabnya mengalir darah kenabian, dari lisannya mengalir kebenaran, dan dari jiwanya memancar keberanian. Setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali, umat Islam memasuki masa krisis moral kepemimpinan. Yazid bin Muawiyah naik tahta sebagai pemimpin kaum Muslimin, namun dengan cara dan gaya hidup yang jauh dari nilai Islam. Husen tidak tinggal diam. Ia menolak membai'at Yazid. Bukan karena ambisi kekuasaan, tapi karena tidak ingin kebenaran Islam dikompromikan oleh pemimpin yang zalim. Ia berangkat ke Kufah, mengikuti seruan rakyat yang ingin menjadikannya pemimpin. Tapi setibanya di padang Karbala, janji itu berubah menjadi jebakan. Ia dikepung, diputus air, dikejar dengan ancaman. Tanggal 10 Muharram 61 Hijriyah, satu demi satu keluarganya gugur. Dan ak...

Nero dan Seneca: Pelajaran dari Pengkhianatan dan Kebijaksanaan

Gambar
  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Siswa-siswi yang kami cintai, sejarah adalah cermin yang berharga bagi kita untuk mengambil pelajaran dan hikmah. Di zaman Romawi kuno, ada kisah tentang seorang kaisar bernama Nero yang memegang kekuasaan besar, namun sering kali tindakannya penuh dengan ketidakadilan dan keangkuhan. Di sisi Nero berdiri Seneca, seorang filsuf dan penasihat yang dikenal dengan kebijaksanaannya. Seneca selalu berusaha membimbing Nero agar menjadi pemimpin yang adil, jujur, dan bertanggung jawab — sifat-sifat yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, sering kali, kebenaran dan nasihat bijak itu tidak mudah diterima oleh mereka yang sedang diuji oleh hawa nafsu dan ambisi kekuasaan. Sayangnya, Nero yang terjebak dalam kesombongan dan kekuasaan justru menganggap Seneca sebagai ancaman. Pengkhianatan terjadi, dan Seneca yang setia harus menghadapi kesulitan bahkan ancaman nyawa. Dari kisah ini, kita belajar beberapa hal penting: Kebijaksanaan itu ma...

Saddam dan Khadafi – Pemimpin Muslim yang Tumbang di Era Modern

Gambar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,   “Pemimpin Muslim yang melawan sistem global akan selalu dibungkam—oleh peluru, oleh propaganda, atau oleh rakyatnya sendiri.” --- Muammar Khadafi – Dari Revolusioner ke Sasaran NATO. Khadafi, anak padang pasir yang naik jadi pemimpin Libya lewat revolusi tanpa darah. Ia mengusir raja boneka, menasionalisasi minyak, dan membangun negara dengan prinsip khas: "Jamahiriya"—kekuasaan rakyat langsung. Ia gratiskan listrik, pendidikan, dan rumah sakit. Rakyat Libya hidup dalam standar hidup tertinggi di Afrika. Namun, kekuasaan yang terlalu lama membuatnya tertutup terhadap kritik. Rakyat mulai gelisah, terutama generasi muda yang terpapar dunia luar. Tahun 2011, Arab Spring meledak. NATO ikut campur. Khadafi dihancurkan, diseret, dan dibunuh di jalan oleh bangsanya sendiri. --- Saddam Hussein – Nasionalis Keras yang Tak Mau Tunduk . Saddam Hussein adalah simbol kekuatan Irak. Ia bangun infrastruktur, militer, dan menjadikan Irak salah ...